|
Oil rallied as dented Ukraine peace hopes, and Yemen tensions revive risk premiumsOil prices settled more than $1 higher on Monday as a confluence of geopolitical setbacks—specifically the stalling of diplomatic momentum in Eastern Europe and intensifying military activity in Yemen |
|
Harga minyak ditutup naik lebih dari $1 pada hari Senin seiring kombinasi kemunduran geopolitik, khususnya mandeknya momentum diplomatik di Eropa Timur dan meningkatnya aktivitas militer di Yaman yang memaksa premi risiko kembali masuk ke pasar.
Futures minyak bumi Brent naik $1,30 atau 2,1% dan ditutup $61,94 per barel.
Minyak bumi WTI menguat $1,34 atau 2,4% dan ditutup $58,08 per barel.
Kenaikan pada sesi ini menandai pembalikan tajam dari penurunan pada hari Jumat, seiring pasar melakukan penyesuaian ulang setelah serangkaian perkembangan selama akhir minggu.
Optimisme mewarnai minggu lalu yang dipicu laporan kemajuan dalam pembicaraan tingkat tinggi antara pemerintah Ukraina dan AS, menghadapi hambatan signifikan setelah Moskow menuduh Ukraina melakukan serangan drone terhadap kediaman presiden Rusia. Pengumuman Kremlin selanjutnya mereka akan meninjau kembali posisinya dalam negosiasi perdamaian dengan signifikan mengaburkan prospek gencatan senjata dalam waktu dekat, yang sebelumnya sudah diperhitungkan pelaku pasar sebagai katalis bearish untuk 2026.
Di luar Eropa Timur, kecemasan di sisi pasokan diperburuk ketidakstabilan baru di Timur Tengah. Serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman, yang menargetkan pasukan separatis di provinsi timur Hadramout, kembali menegaskan kawasan itu sebagai koridor berisiko tinggi. Para pengamat pasar mencatat serangan ini menjadi pengingat de-eskalasi regional masih rapuh, sehingga isu potensi gangguan pasokan tetap berada di garis depan sentimen pasar.
Written by: Aiman Haikal