|
EIA: US crude and product inventories climbed as refinery activity and imports softenUS commercial crude oil inventories (excluding the Strategic Petroleum Reserve) increased by 3.6 million barrels to 426.0 million barrels in the week ending 16 January 2026. |
|
Stok minyak bumi komersial AS (tidak termasuk Cadangan Minyak Strategis) meningkat sebesar 3,6 juta barel menjadi 426,0 juta barel pada minggu yang berakhir 16 Januari 2026. Pada level saat ini, stok minyak bumi sekitar 2% di bawah rata-rata lima tahun untuk periode sama, sehingga mempersempit defisit dibanding periode lalu. Kenaikan stok ini terjadi meskipun terdapat penurunan signifikan baik pada aktivitas pengolahan kilang maupun arus masuk dari luar negeri.
Aktivitas kilang melemah dari level tinggi yang terlihat pada awal bulan, rata-rata input minyak bumi sebesar 16,6 juta barel per hari (bph), turun 354.000 bph dari rata-rata minggu lalu. Tingkat utilisasi turun menjadi 93,3% dari kapasitas produksi.
Sebagai konsekuensinya, produksi di berbagai kategori produk utama menurun, produksi bensin rata-rata mencapai 8,8 juta bph, sementara produksi bahan bakar distilat turun 210.000 bph menjadi rata-rata 5,1 juta bph. Meskipun output lebih rendah, stok produk hasil olahan terus bertambah. Stok bensin naik 6,0 juta barel, menempatkannya sekitar 5% di atas norma musiman rata-rata lima tahun. Stok distilat bertambah 3,3 juta barel menjadi 132,6 juta barel, tetap sekitar 1% di bawah rata-rata musiman.
Indikator perdagangan dan permintaan memperlihatkan kondisi beragam. Impor minyak bumi rata-rata mencapai 6,4 juta bph, turun 645.000 bph dari minggu lalu. Selama empat minggu terakhir, impor minyak bumi rata-rata 6,2 juta bph, turun 5,3% dibanding periode sama tahun lalu. Total pasokan produk ke pasar, menjadi proksi permintaan, rata-rata 19,9 juta bph dalam empat minggu terakhir, naik 1,5% tahunan.
Namun, permintaan spesifik bensin kendaraan dan bahan bakar distilat tetap lemah, masing-masing turun 0,6% dan 1,1% dalam periode empat minggu yang sama. Konsumsi bahan bakar jet menjadi pengecualian menonjol, meningkat 10,2% dibanding tahun lalu.
Written by: Aiman Haikal