|
Oil surged by nearly 3% amid heightened Middle East tensions, weaker dollarOil prices surged nearly 3% on Friday, 23 January 2026, as escalating Middle East tensions and a sharply weaker dollar reignited risk premiums across energy markets. |
|
Harga minyak melonjak hampir 3% pada Jumat, 23 Januari 2026, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan melemahnya dolar AS dengan tajam kembali memicu risiko di pasar energi.
Minyak bumi Brent ditutup pada US$65,88 per barel, naik 2,8%, sementara WTI menguat 2,9% dan berakhir di US$61,07 per barel, menandai pemulihan tegas dari aksi jual pada sesi lalu.
Sentimen berubah drastis setelah Washington mengumumkan pengerahan armada angkatan laut ke Timur Tengah, disertai peringatan langsung kepada Teheran terkait program nuklirnya dan meningkatnya keresahan domestik. Ancaman baru konflik bersenjata di Teluk Persia mendorong pelaku pasar untuk kembali memperhitungkan risiko geopolitik, khususnya potensi gangguan pelayaran di jalur krusial bagi pasokan minyak global.
Tekanan kenaikan turut diperkuat menguatnya harga produk olahan, diesel dan minyak pemanas naik seiring badai musim dingin parah mendorong permintaan di wilayah Timur Laut AS.
Reli ini juga ditopang dinamika mata uang. Dolar AS mencatat penurunan mingguan terdalam dalam tujuh bulan di tengah memburuknya hubungan AS–Eropa dan mandeknya upaya penyelesaian perang di Ukraina. Pelemahan dolar menurunkan harga komoditas berdenominasi dolar bagi pembeli internasional, sehingga memberikan dukungan tambahan bagi harga minyak bumi.
Written by: Aiman Haikal