|
Crude retreated as winter storm disruptions eased and OPEC+ caution offsets Middle East tensionOil prices settled lower on Monday as the immediate supply impact from US winter storms began to subside, though losses were capped by expectations of steady OPEC+ production and intensifying Middle East tensions. |
|
Harga minyak ditutup lebih rendah pada hari Senin seiring meredanya dampak langsung terhadap pasokan akibat badai musim dingin di AS, meskipun penurunan dibatasi ekspektasi produksi OPEC+ yang tetap stabil serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Kontrak future minyak bumi Brent ditutup turun 29 sen, atau 0,4%, menjadi US$65,59 per barel, sementara minyak bumi WTI turun 44 sen, atau 0,7%, ke level US$60,63 per barel.
Meski melemah sehari, harga acuan tetap memperlihatkan situasi dasar yang kuat setelah mencatat kenaikan 2,7% minggu lalu dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan Januari.
Sentimen pasar berubah lebih bearish setelah laporan terlihat kehilangan produksi AS akibat badai musim dingin akhir minggu lalu mulai mereda, output diperkirakan pulih sepenuhnya pada akhir bulan. Sejalan Kazakhstan bergerak menuju pemulihan produksi di ladang terbesarnya, sehingga semakin meredakan kekhawatiran pasokan waktu pendek.
Batas bawah pasar juga diperkuat indikasi OPEC+ kemungkinan akan menahan jeda peningkatan produksi minyak setidaknya hingga Maret. Pendekatan hati-hati para produsen utama ini, dikombinasikan upaya diplomatik yang sedang berlangsung dalam konflik Rusia–Ukraina, tetap menjadi titik tekan utama bagi pergerakan harga. Volatilitas waktu panjang juga masih membayangi, para analis industri memperingatkan produksi shale AS dapat menurun hingga 400.000 barel per hari apabila persaingan pangsa pasar mendorong harga turun mendekati batas US$40 per barel.
Written by: Aiman Haikal