CommoPlast

Oil surged 3% as US winter storms cripple output and Mideast risks mount

Crude futures rallied sharply on Tuesday, underpinned by severe winter storms in the US that knocked out significant production capacity and temporarily halted exports.



Kontrak future minyak bumi melonjak tajam pada hari Selasa, didukung badai musim dingin yang parah di AS melumpuhkan kapasitas produksi dalam jumlah signifikan dan menghentikan ekspor untuk sementara. Kendala pasokan masih berlanjut di Kazakhstan serta meningkatnya ketegangan geopolitik memberikan dukungan tambahan.

Kontrak future Brent ditutup naik $1,98 atau 3,02% menjadi $67,57 per barel.

Minyak future WTI ditutup naik $1,76 atau 2,9% menjadi $62,39 per barel.

Kenaikan tajam ini didorong laporan produsen AS kehilangan hingga 2 juta barel per hari, sekitar 15% dari total produksi nasional, selama akhir minggu akibat suhu beku membebani infrastruktur energi. Ekspor dari Pantai Teluk AS anjlok ke nol pada hari Minggu, meski aliran mulai pulih melampaui norma musiman pada hari Senin seiring dibukanya kembali pelabuhan.

Keketatan pasokan semakin diperparah upaya pemulihan di Kazakhstan yang berjalan lebih lambat dari perkiraan. Ladang minyak raksasa Tengiz diproyeksikan hanya mampu memulihkan kurang dari setengah produksi normalnya pada 7 Februari setelah pemadaman listrik baru-baru ini, sehingga menjaga pasar tetap lebih ketat dari yang diantisipasi.

Sentimen tetap ditopang risiko geopolitik tinggi. Kedatangan armada angkatan laut AS di Timur Tengah serta perluasan kemampuan militer yang diarahkan ke Iran memperkuat batas bawah harga minyak bumi. Pelaku pasar juga mencermati pertemuan OPEC+ mendatang pada 1 Februari, di mana para delegasi mengisyaratkan kelompok itu kemungkinan akan memperpanjang jeda kenaikan produksi hingga Maret.

 


Written by: 
Aiman Haikal