CommoPlast

EIA: US crude inventories retreat on lower imports while refinery utilisation slumps

US crude oil inventories declined last week, driven by a sharp drop in imports and robust exports, even as refinery processing rates fell significantly.



Stok minyak bumi AS turun pada minggu lalu, didorong penurunan tajam impor dan ekspor kuat, meski tingkat pengolahan kilang mengalami penurunan signifikan. Data Badan Informasi Energi AS (EIA) yang dirilis pada hari Rabu terlihat pengetatan neraca minyak bumi meski tingkat produksi kilang lebih rendah.

Stok minyak bumi komersial (tidak termasuk Cadangan Minyak Strategis) turun sebesar 2,3 juta barel menjadi 423,8 juta barel pada minggu yang berakhir 23 Januari. Pada level ini, stok tetap sekitar 3% di bawah rata-rata musiman lima tahun untuk periode ini.

Aktivitas kilang menurun nyata, input minyak bumi rata-rata sebesar 16,2 juta barel per hari (bph), turun 395.000 bph dari rata-rata minggu lalu. Tingkat utilisasi kilang turun 2,4% menjadi 90,9% dari kapasitas operasional.

Penurunan stok minyak bumi itu ditopang dinamika perdagangan. Impor minyak bumi AS rata-rata sebesar 5,6 juta bph, anjlok 804.000 bph dibanding minggu lalu. Sementara ekspor minyak bumi melonjak menjadi 4,59 juta bph dari 3,69 juta bph pada periode lalu. Produksi minyak bumi lokal relatif stabil, sedikit menurun 36.000 bph menjadi 13,7 juta bph.

Meski throughput kilang lebih rendah, stok produk olahan mencatatkan kenaikan moderat. Total stok bensin motor meningkat 0,2 juta barel menjadi 257,2 juta barel, menempatkannya sekitar 5% di atas rata-rata lima tahun. Stok bahan bakar distilat naik 0,3 juta barel menjadi 132,9 juta barel, atau sekitar 1% di atas norma musiman. Produksi bensin meningkat menjadi 9,6 juta bph, sementara produksi distilat turun 268.000 bph menjadi 4,8 juta bph.

Indikator permintaan terlihat hasil beragam. Total pasokan produk, digunakan sebagai proksi permintaan, rata-rata mencapai 20,3 juta bph selama periode empat minggu terakhir, turun tipis 0,1% dibanding periode sama tahun lalu. Permintaan bahan bakar jet terlihat penguatan, naik 5,5% setahun, sementara konsumsi bensin motor dan distilat melemah, masing-masing turun 0,4% dan 4,8% dibanding level tahun lalu.

 


Written by: 
Aiman Haikal