|
Supply risk premium returned as oil climbed on possible US–Iran escalationOil prices rallied sharply on Thursday, with both Brent and WTI reaching multi-month highs as geopolitical risk premia surged amid escalating tensions between the US and Iran. |
|
Harga minyak melonjak tajam pada hari Kamis, dengan Brent dan WTI sama-sama mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan seiring melonjaknya risiko geopolitik di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.
Minyak bumi Brent ditutup pada US$70,71 per barel, naik US$2,31 atau 3,4%, merupakan penutupan tertinggi sejak 31 Juli.
WTI naik US$2,21 atau 3,5% menjadi US$65,42 per barel, penutupan terkuat sejak 26 September. Kenaikan teknikal ini mendorong kedua acuan masuk ke wilayah jenuh beli (overbought).
Penentuan posisi pasar didorong meningkatnya kekhawatiran potensi aksi militer AS terhadap Iran bisa mengganggu pasokan dari salah satu produsen terbesar OPEC. Sejumlah sumber menyebutkan pemerintahan AS sedang mempertimbangkan serangan terarah terhadap pasukan keamanan dan pimpinan Iran untuk memperkuat keresahan lokal.
Sentimen risiko semakin meningkat setelah Associated Press melaporkan Iran memberitahu para pelaut mengenai rencana latihan tembak langsung di Selat Hormuz pada minggu depan. Jalur sempit yang menghubungkan Teluk dengan perairan terbuka ini menangani sekitar 20% aliran minyak bumi laut dunia, bahkan gangguan sementara pun akan memperketat kondisi pasokan yang sudah rapuh.
Iran memproduksi sekitar 3,3 juta barel per hari, atau sekitar 3% dari produksi minyak global, menegaskan sensitivitas pasar terhadap potensi gangguan pasokan apa pun.
Written by: Farid Muzaffar