CommoPlast

Oil fell for third day as US-Iran nuclear talks weigh on market

Oil prices fell for a third consecutive session on Tuesday as investors weighed the potential impact of renewed US-Iran nuclear negotiations.



Harga minyak turun untuk tiga sesi berturut-turut pada hari Selasa seiring para investor mempertimbangkan potensi dampak dari dimulainya kembali negosiasi nuklir antara AS dan Iran.

Minyak bumi Brent ditutup pada $70,77 per barel, turun 72 sen atau 1%, sementara WTI AS melemah 68 sen, atau 1%, menjadi $65,63.

Teheran mengindikasikan siap mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan dengan AS menjelang putaran ketiga perundingan pada hari Kamis di Jenewa. Pernyataan itu mengikuti peningkatan penempatan militer AS di kawasan dalam beberapa minggu terakhir, menegaskan ketidakpastian geopolitik yang terus membentuk sentimen pasar. Para analis menyatakan meskipun kekhawatiran pasokan masih ada, perhatian kini semakin terfokus pada bagaimana perkembangan diplomatik memengaruhi risiko kawasan.

Data American Petroleum Institute (API) terlihat stok minyak bumi naik sebesar 11,43 juta barel pada minggu yang berakhir 20 Februari, jauh di atas ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan 1,5 juta barel. Sebaliknya, stok bensin dan distilat mengalami penurunan, menyoroti tekanan permintaan masih berlangsung dan menciptakan sinyal campuran bagi para pelaku pasar. Investor kini menunggu data resmi US Energy Information Administration pada hari Rabu untuk konfirmasi.

Secara keseluruhan, kombinasi risiko geopolitik yang tinggi dan kenaikan tak terduga pada stok minyak bumi menekan harga, membuat para trader tetap berhati-hati sementara pasar menunggu kejelasan terkait perundingan nuklir serta tren pasokan AS.

 


Written by:
 Farid Muzaffar