|
Freightos Baltic: US Supreme Court ruling reshapes tariff framework but global duties largely intactOcean freight rates were stable last week, easing from pre-LNY highs, with carriers limiting declines via blanked sailings. |
|
|
Route |
Cost (USD/FEU) |
Changes |
|
Updated on 24 February 2026 |
||
|
Asia – US West Coast |
$ 1,806 |
â3% |
|
Asia – US East Coast |
$ 3,025 |
â1% |
|
Asia – Northern Europe |
$ 2,376 |
â1% |
|
Asia – Mediterranean |
$ 3,672 |
á2% |
Baca lebih detail di Freightos
Tarif angkutan laut stabil minggu lalu, melemah dari level tinggi sebelum Tahun Baru Imlek (LNY), operator pelayaran membatasi penurunan melalui pembatalan pelayaran (blank sailings). Cuaca musim dingin di Amerika Utara dan Eropa Utara menyebabkan gangguan sementara namun berdampak minimal terhadap harga. Dalam operasional pelabuhan, kapal-kapal ZIM di Israel menghadapi perselisihan tenaga kerja, sementara Maersk dan MSC mengambil alih operasi pelabuhan Terusan Panama yang sebelumnya dijalankan HK Hutchinson. Tarif kargo udara turun seiring melambatnya volume Asia-AS pasca-LNY, turun 15% dari China dan hampir 10% ke Eropa, mengindikasikan pertumbuhan waktu pendek terbatas.
Sorotan minggu ini adalah keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan penggunaan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) oleh pemerintahan Trump untuk memberlakukan tarif spesifik negara dan tarif terkait fentanil terhadap China, Meksiko, dan Kanada. Dalam hitungan jam, Presiden Donald Trump melakukan tarif global 10% berdasarkan Section 122 dari Trade Act of 1974, berlaku mulai Selasa hingga akhir Juli, dan mengisyaratkan dapat meningkat menjadi 15%.
Bea sektoral Section 232 dan tarif Section 301, termasuk yang dikenakan pada China, tetap berlaku, bersama pengecualian lalu. Pemerintahan bermaksud memberlakukan kembali tarif melalui jalur ini, meskipun investigasi formal biasanya memakan waktu berbulan-bulan. Penyelidikan tambahan Section 301 yang berfokus pada China serta tinjauan Section 232 yang sedang berlangsung juga tengah dipertimbangkan.
Putusan itu menimbulkan pertanyaan atas perjanjian perdagangan yang dinegosiasikan berdasarkan IEEPA, meskipun Washington berjanji akan menghormatinya. Uni Eropa menunda implementasi, beralasan tarif menyeluruh 15% melanggar tingkat yang disepakati. Yale’s Budget Lab memperkirakan perubahan ini memangkas tarif efektif keseluruhan AS sebesar dua poin persentase, penurunan lima poin untuk China dan Vietnam, tanpa perubahan untuk Uni Eropa, kenaikan lima poin untuk Inggris, serta penurunan tarif Brasil dari 40%, sementara tarif efektif China tetap mendekati 40% akibat bea Section 301 yang sudah ada.
Bagi pengirim barang, dampak waktu pendek tampak tidak merata. Brasil kemungkinan akan mengalami percepatan pengiriman (frontloading), sementara penurunan moderat untuk China dan Vietnam kemungkinan hanya mendorong aktivitas terbatas sebelum Juli. Tekanan politik, potensi pengecualian, serta pemilu paruh waktu yang akan datang bisa membatasi percepatan impor lebih luas.
Written by: Farid Muzaffar