CommoPlast

India’s DGTR opens countervailing and duty investigation on Chinese PVC

India has launched a countervailing duty investigation into imports of PVC suspension resin from China, escalating trade scrutiny over a key polymer widely used in construction and infrastructure applications.



India meluncurkan penyelidikan bea masuk imbalan (countervailing duty/CVD) terhadap impor resin PVC suspension China, meningkatkan pengawasan perdagangan atas polimer utama yang banyak digunakan dalam aplikasi konstruksi dan infrastruktur.

Dalam pemberitahuan tertanggal 26 Februari, Direktorat Jenderal Trade Remedies (DGTR) di bawah Kementerian Perdagangan dan Industri menyatakan penyelidikan dimulai petisi dari Chemplast Cuddalore Vinyls Limited, DCM Shriram Limited, dan DCW Limited. Penyelidikan ini mencakup produk yang terutama diklasifikasikan dalam HS code 3904 10 20 dan mencakup periode 1 Oktober 2024 hingga 30 September 2025.

Para pemohon menuduh produsen China memperoleh luas dukungan negara, termasuk insentif pajak, pembiayaan preferensial, serta penyediaan input seperti listrik dan lahan dengan harga di bawah pasar. Mereka berpendapat lonjakan volume impor selama periode investigasi menekan harga lokal dan menggerus profitabilitas, mengikuti indikator kinerja melemah seperti PBIT dan ROCE serta meningkatnya stok. Para pemohon meminta penerapan bea masuk retrospektif, beralasan industri lokal telah menghadapi tekanan finansial berat.

DGTR merekomendasikan penilaian sementara terhadap seluruh impor terkait selama penyelidikan berlangsung. Pihak-pihak berkepentingan diberikan waktu 37 hari sejak tanggal pengumuman untuk menyampaikan tanggapan.

India secara struktural mengalami kekurangan PVC dan bergantung pada impor untuk menutup kesenjangan antara kapasitas lokal dan permintaan kuat dari sektor pipa, fitting, film, dan kabel. Negara ini juga merupakan tujuan terbesar ekspor PVC China. Menurut data CommoPlast, India menyumbang 37,6% dari total ekspor PVC China pada tahun 2025.

Setiap langkah memberlakukan bea masuk sementara bisa menekan arus masuk dari China dan mendukung harga lokal. Namun, pasokan impor lebih ketat juga berpotensi meningkatkan harga bahan baku bagi pengolah downstream jika sumber pasokan alternatif terbukti lebih mahal atau terbatas.

Kasus ini menghadirkan ketidakpastian kebijakan baru terhadap arus perdagangan waktu pendek dan akan diawasi ketat karena potensinya untuk mengubah dinamika arbitrase dan harga PVC regional.

 


Written by:
 Farid Muzaffar