|
EIA: US crude stocks sink to lowest since 1984 on SPR draws, refinery pullUS commercial crude inventories fell to their lowest level since 1984 last week, dropping 6.1 million barrels to 412.1 million barrels. |
|
Stok minyak bumi komersial Amerika Serikat turun ke level terendah sejak 1984 pada pekan lalu, berkurang 6,1 juta barel menjadi 412,1 juta barel seiring pelepasan cadangan strategis pemerintah (SPR) dan permintaan kilang tetap kuat mengurangi stok hingga 7% di bawah rata-rata lima tahun.
Penurunan stok itu bukan disebabkan lonjakan permintaan. Washington berkomitmen melepaskan 172 juta barel dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) untuk menggantikan pasokan hilang selama perang Iran, dan para analis mencatat wilayah Gulf Coast masih relatif memiliki pasokan memadai karena volume dari SPR berhasil mengimbangi rendahnya stok komersial.
Di sisi perdagangan, impor minyak bumi naik 436.000 barel/hari menjadi 5,6 juta barel/hari, meskipun rata-rata empat mingguan masih 4% lebih rendah dibanding periode sama tahun lalu. Ekspor juga meningkat sebesar 342.000 barel/hari, tetapi kenaikan impor lebih besar dibanding ekspor sehingga impor bersih meningkat. Sementara itu, produksi minyak bumi lokal tidak berubah di level 13,8 juta barel/hari.
Stok bensin bertambah 2,1 juta barel dibanding pekan lalu, namun masih berada 5% di bawah rata-rata lima tahun. Hal ini menunjukkan permintaan produk tetap mampu menyerap produksi kilang, sehingga hanya memberikan sedikit ruang bagi peningkatan stok di pasar downstream.
Prospek pasar kini bergantung pada perkembangan di Selat Hormuz. Para pelaku pasar memperkirakan ekspor minyak bumi AS akan melambat dan lebih banyak volume minyak bumi akan mengalir menuju Cushing seiring kapal-kapal tanker yang sebelumnya tertahan kembali melintasi jalur itu setelah tercapainya perjanjian damai sementara antara AS dan Iran. Seberapa cepat proses normalisasi ini berlangsung akan menentukan apakah level terendah stok komersial dalam empat dekade terakhir menjadi titik dasar pasar atau hanya sekadar persinggahan sebelum perubahan berikutnya.
Written by: Farid Muzaffar