|
Short-covering lifts oil as market pivots from disruption fears to supply outlookDespite the modest gains, both benchmarks remained near levels seen before the recent Middle East conflict, reflecting a market that has largely unwound the geopolitical risk premium built up during the height of regional tensions. |
|
Kontrak future minyak bumi global ditutup sedikit lebih tinggi pada Kamis, 2 Juli, didukung aktivitas short-covering menjelang libur panjang Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, seiring fokus pelaku pasar bergeser dari risiko pasokan akibat geopolitik menuju prospek pasokan minyak bumi melimpah.
Minyak bumi Brent ditutup pada $71,80/barel, naik 23 sen atau 0,32%.
Sementara WTI menguat 11 sen atau 0,16% menjadi $68,69/barel.
Meskipun mencatat kenaikan tipis, kedua acuan harga itu masih berada di kisaran level sebelum konflik terbaru di Timur Tengah, mencerminkan pasar telah menghapus sebagian besar risiko geopolitik yang sempat terbentuk pada puncak ketegangan kawasan.
Pelaku pasar menilai kenaikan hari itu terutama didorong aktivitas short-covering, bukan munculnya sentimen bullish baru, para trader mengurangi posisi bearish mereka menjelang periode libur di Amerika Serikat.
"Kami melihat adanya sedikit aktivitas short-covering. Fokus pasar kini bergeser dari seberapa besar pasokan yang akan hilang menjadi seberapa besar pasokan akan tersedia di pasar," ujar seorang pakar industri.
Semakin menguatkan prospek pasokan membaik, arus pengiriman minyak bumi melalui Selat Hormuz meningkat menjadi sekitar 14 juta barel per hari pada 1 Juli, berdasarkan data dihimpun Bloomberg. Peningkatan itu melengkapi sekitar 6,2 juta barel per hari ekspor yang dikirim melalui jalur alternatif dari pesisir Laut Merah Arab Saudi dan pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab, yang terlihat ketahanan infrastruktur ekspor kawasan meskipun ketidakpastian geopolitik masih membayangi.
Pulihnya volume ekspor itu memberikan keyakinan kepada pelaku pasar pasokan fisik tetap berlangsung tanpa gangguan berarti, sehingga membatasi potensi kenaikan harga minyak bumi meskipun pelaku pasar masih terus mencermati perkembangan di Timur Tengah serta kondisi makroekonomi global.
Country
China