CommoPlast

Oil extended gains to one-week high as Iran vows prolonged Hormuz closure

Global crude benchmarks advanced on Tuesday to reach their highest settlement levels in a week, as hardline rhetoric from Tehran dashed expectations for a swift diplomatic resolution to restore traffic through the Strait of Hormuz.


Brent  NYMEX 


Acuan minyak bumi global naik pada hari Selasa hingga mencapai level settlement tertinggi dalam sepekan, karena retorika keras dari Teheran memupus ekspektasi akan tercapainya penyelesaian diplomatik cepat untuk memulihkan lalu lintas melalui Selat Hormuz.

Kontrak future minyak bumi Brent internasional naik $1,19, atau 1,4%, menjadi $88,91 per barel. Minyak bumi West Texas Intermediate (WTI) AS naik $1,07, atau 1,3%, menjadi $83,20 per barel.

Momentum harga berlanjut untuk sesi kedua berturut-turut setelah sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan jalur perairan itu akan tetap ditutup hingga Washington menerima persyaratan perdamaian Teheran. Kelumpuhan pelayaran semakin parah karena jumlah kapal yang melintasi titik sempit itu setiap hari turun menjadi enam pada hari Senin, dibanding baseline sebelum konflik sebanyak 125 hingga 140 kapal per hari.

Kekhawatiran pasokan meningkat setelah US Energy Information Administration memperingatkan produsen regional akan kesulitan memulihkan produksi ke level sebelum perang sebelum akhir 2027.

Sentimen bullish semakin diperkuat meningkatnya gangguan pasokan fisik di sepanjang rute perdagangan sekunder. Di Afrika Utara, Libya’s National Oil Corporation memperingatkan kemungkinan deklarasi force majeure menyusul serangan drone terhadap infrastruktur di Zawiya. Di Eropa, pasukan Ukraina menargetkan kilang minyak Orsk milik Rusia, sementara pasukan Houthi berafiliasi dengan Iran menyerang kapal Saudi di Bab el-Mandeb, menahan risiko geopolitik tinggi di sepanjang koridor transit energi utama.

Written by: Aiman Haikal