Jan 09, 2026 11:14 a.m.

Oil prices fell as projected 2026 surplus outweighs geopolitical risk premiums

Oil prices settled more than 2% lower on Friday, as investors weighed a looming global supply glut against the diminishing returns of geopolitical risk premiums, with markets eyeing a potential breakthrough in Ukraine peace talks.

Title

Available in

Harga minyak ditutup turun lebih dari 2% pada hari Jumat, seiring investor menimbang potensi kelebihan pasokan global terhadap semakin berkurangnya dampak risiko geopolitik, sementara pasar mencermati kemungkinan terobosan dalam perundingan damai Ukraina.

Futures minyak bumi Brent ditutup turun $1,60 atau 2,57% menjadi $60,64 per barel.

Minyak bumi WTI ditutup turun $1,61 atau 2,76% menjadi $56,74 per barel.

Penurunan ini membawa kedua acuan itu mencatat penurunan tahunan masing-masing sebesar 19% dan 21%, penurunan tahunan terdalam sejak 2020 yang didorong kekhawatiran berkelanjutan kalau peningkatan produksi akan melampaui konsumsi global.

Menurut laporan Desember IEA, pasokan minyak global diperkirakan akan melebihi permintaan sebesar 3,84 juta barel per hari (bph) tahun depan. Meski gangguan pasokan bersifat lokal sempat memberikan dukungan sementara pada awal Desember, para analis mencatat hal itu gagal mengubah lintasan kelebihan pasokan fundamental yang terus membebani sentimen waktu panjang.

Pelaku pasar kini terfokus pada jalur diplomatik antara Kyiv, Washington, dan Moskow. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Florida pada hari Minggu ini untuk membahas kerangka perdamaian 20 poin dan jaminan keamanan. Potensi de-eskalasi atau gencatan senjata membuka peluang pencabutan bertahap sanksi internasional terhadap sektor minyak Rusia, yang bisa mengembalikan volume signifikan ke pasar yang sudah jenuh.


Written by
: Aiman Haikal