Feb 02, 2026 12:22 p.m.

Oil slipped to one-week lows as geopolitical risk premium fades and US stocks swell

Oil prices retreated to one-week lows on Thursday, shedding around 2% as geopolitical risk premiums ebbed and bearish US inventory data weighed on sentiment.

Title

Available in

Harga minyak turun ke level terendah dalam seminggu pada Kamis, merosot sekitar 2% seiring meredanya risiko geopolitik dan data stok AS yang bearish membebani sentimen.

Minyak Brent bumi turun US$1,18, atau 1,8%, menjadi US$64,06 per barel.

WTI turun US$1,26, atau 2,1%, menjadi US$59,36 per barel.

Aksi jual itu mengikuti pelemahan retorika dari Presiden AS Donald Trump terkait sejumlah titik panas geopolitik utama, termasuk Greenland dan Iran, serta sinyal diplomatik awal yang mengarah pada kemungkinan jalur mengakhiri perang Rusia–Ukraina.

Trump mengatakan ia mengamankan akses AS yang “total dan permanen” ke Greenland melalui pengaturan terkait NATO, sementara Sekretaris Jenderal NATO menekankan perlunya komitmen sekutu yang kuat terhadap keamanan Arktik sebagai respons terhadap aktivitas Rusia dan China.

Secara terpisah, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan jaminan keamanan bagi Ukraina telah difinalisasi setelah pembicaraan dengan Trump di Davos, meskipun negosiasi mengenai isu teritorial masih belum terselesaikan.

Tekanan penurunan semakin meningkat setelah laporan stok AS terbaru. Badan Informasi Energi (EIA) melaporkan kenaikan stok minyak bumi yang lebih banyak dari perkiraan sebesar 3,6 juta barel untuk minggu yang berakhir pada 16 Januari. Stok bensin naik ke level tertinggi sejak 2021, sementara ekspor turun lebih dari 500.000 barel per hari, memperkuat kekhawatiran terhadap pelemahan permintaan dalam waktu pendek.

 


Written by:
 Farid Muzaffar