Feb 13, 2026 12:01 p.m.

EIA: US crude stocks surged on production rebound and rising imports

US commercial crude oil inventories swelled significantly last week, driven by a sharp recovery in domestic production and a jump in foreign inflows, creating a supply overhang that outweighed a pullback in refinery runs.

Title

Available in

Stok minyak bumi komersial AS melonjak signifikan minggu lalu, didorong pemulihan tajam produksi lokal dan lonjakan arus masuk impor, menciptakan kelebihan pasokan lebih besar dibanding penurunan tingkat pengolahan kilang. Data US Energy Information Administration (EIA) dirilis pada hari Rabu terlihat perubahan keseimbangan yang kuat setelah penarikan stok pada minggu lalu.

Stok minyak bumi komersial (tidak termasuk Strategic Petroleum Reserve) melonjak 8,5 juta barel menjadi 428,8 juta barel pada minggu yang berakhir 6 Februari. Meskipun terjadi kenaikan besar, stok masih sekitar 3% di bawah rata-rata musiman lima tahun untuk periode ini.

Akumulasi stok itu ditopang pemulihan kuat aktivitas upstream. Produksi minyak bumi lokal naik kembali sebesar 498.000 barel per hari (bph) menjadi 13,7 juta bph, hampir menghapus penurunan akibat faktor cuaca pada minggu lalu. Dinamika perdagangan semakin melonggarkan keseimbangan, impor minyak bumi meningkat 604.000 bph menjadi rata-rata 6,8 juta bph. Sementara ekspor turun 308.000 bph menjadi 3,7 juta bph, sehingga mengurangi saluran keluar bagi barel lokal.

Aktivitas kilang melemah, memperburuk kenaikan stok minyak bumi. Input minyak bumi rata-rata mencapai 16,0 juta bph, turun 29.000 bph dari rata-rata minggu lalu. Akibatnya, tingkat utilisasi kilang turun 1,1 poin persentase menjadi 89,4% dari kapasitas operasional.

Stok produk olahan terlihat tren beragam. Total stok bensin naik 1,2 juta barel menjadi 259,1 juta barel, sekitar 4% di atas rata-rata lima tahun. Sebaliknya, stok bahan bakar distilat turun 2,7 juta barel menjadi 124,7 juta barel, sehingga berada sekitar 4% di bawah norma musiman. Produksi bensin rata-rata mencapai 9,1 juta bph, sementara produksi distilat rata-rata 4,9 juta bph.

Indikator permintaan tetap lesu. Total produk dipasok, sebagai proksi permintaan, rata-rata mencapai 20,8 juta bph dalam periode empat minggu terakhir, naik 2,4% dibanding periode sama tahun lalu. Namun, permintaan bahan bakar inti melemah, pasokan bensin rata-rata 8,3 juta bph, turun 0,7% setahun, sementara pasokan bahan bakar distilat rata-rata 4,1 juta bph, turun 3,2% dibanding tahun lalu.

 


Written by: 
Aiman Haikal