Feb 26, 2026 11:52 a.m.

Oil settled at highest since August as US-Iran tensions continue to lift risk premium

Oil prices settled at their highest levels since August on Friday, as mounting geopolitical tension between the US and Iran injected a fresh risk premium into the market and triggered late-session short covering.

Title

Brent NYMEX

Available in

Harga minyak ditutup pada level tertinggi sejak Agustus pada Jumat, karena meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran menambahkan risiko baru ke pasar dan memicu aksi penutupan posisi short di akhir sesi.

Minyak bumi Brent ditutup pada $71,76 per barel, naik 10 sen atau 0,14%, sementara minyak bumi AS WTI berakhir di $66,39 per barel, turun 4 sen atau 0,06%.

Kedua acuan sempat diperdagangkan lebih rendah sepanjang sebagian besar sesi sebelum berbalik arah di tengah meningkatnya kekhawatiran upaya diplomatik terkait program nuklir Iran mungkin semakin mengecil. Presiden Donald Trump mengatakan Iran memiliki waktu paling lama sepuluh hingga lima belas hari untuk mencapai kesepakatan mengenai aktivitas nuklirnya, sehingga memperkuat spekulasi Washington bisa mempertimbangkan opsi militer. Pelaku pasar mencatat skala pengerahan pasukan AS baru-baru ini di kawasan itu belum pernah terlihat sejak 2003, ketika pasukan dimobilisasi menjelang invasi ke Irak.

Setiap eskalasi akan mengancam pasokan dari Timur Tengah, menyumbang sekitar sepertiga produksi minyak global. Namun, para analis juga menyoroti kenaikan tajam harga minyak bumi dapat menimbulkan risiko politik lokal bagi Gedung Putih, terutama jika harga bahan bakar lebih tinggi membebani konsumen menjelang pemilihan paruh waktu.

Di luar faktor geopolitik, data fundamental turut memberikan dukungan tambahan. Stok minyak bumi komersial AS turun 9 juta barel minggu lalu, penurunan terbesar sejak awal September, menurut Administrasi Informasi Energi AS. Stok produk olahan juga menurun secara menyeluruh, menandakan permintaan kilang kuat dan konsumsi pengguna akhir stabil.

Ketidakpastian geopolitik bertemu pengetatan pasokan AS, pasar minyak tampak semakin didorong sentimen berita utama, sehingga harga berpotensi menghadapi volatilitas lagi dalam beberapa sesi datang.

 

 

Written by: Farid Muzaffar