Oil settled mixed as massive US inventory build collides with persistent Middle East supply fears
Mixed movements amid geopolitical risk premiums over US-Iran tensions completely overshadowed a deeply bearish US crude inventory build.
Harga minyak ditutup sebagian besar tidak berubah pada hari Rabu karena risiko geopolitik terus berlanjut terkait ketegangan AS-Iran sepenuhnya menutupi lonjakan stok minyak bumi AS yang sangat bearish.
Brent ditutup naik 8 sen menjadi $70,85 per barel.
WTI AS ditutup turun 21 sen menjadi $65,42 per barel.
Harga tetap tertahan sebab kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah setelah pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump bernada keras, membuat para pedagang defensif menjelang pembicaraan diplomatik AS-Iran pada hari Kamis di Jenewa. Risiko geopolitik ini tetap kuat meskipun muncul faktor mitigasi dari sisi pasokan, khususnya laporan rencana kontinjensi Arab Saudi untuk cepat meningkatkan produksi jika aliran minyak Iran terganggu. Selain itu, OPEC+ dilaporkan sedang mempertimbangkan kenaikan produksi sebesar 137.000 barel per hari untuk April guna menutup potensi kekosongan pasokan.
Di dalam negeri, data fundamental sangat bearish. Badan Informasi Energi AS melaporkan lonjakan stok minyak bumi sebesar 16 juta barel yang jauh melampaui perkiraan 1,5 juta barel, didorong penurunan tingkat utilisasi kilang. Namun, lonjakan besar ini hanya berdampak terbatas pada harga di tengah lingkungan perdagangan yang sangat dipengaruhi berita utama.
Menambah tekanan makroekonomi lebih luas, investor menghadapi ketidakpastian perdagangan baru setelah tarif global AS sebesar 10% mulai berlaku, Perwakilan Dagang AS mengisyaratkan potensi kenaikan menjadi 15% untuk mitra tertentu.
Written by: Aiman Haikal
