Mar 17, 2026 5:40 a.m.

Oil extended rally past $100 as mined Hormuz chokepoint eclipses US sanction waivers

International Energy Agency’s record 400-million-barrel strategic release offered only brief relief, undone after Iran vowed to maintain the blockade as leverage.

Title

Brent NYMEX

Available in

Pasar energi global menutup minggu bersejarah dengan kenaikan tajam pada hari Jumat karena penutupan Selat Hormuz mengalahkan langkah kebijakan darurat AS yang dimaksudkan meredakan ketegangan pasokan.

Minyak bumi Brent ditutup pada $103,14 per barel, naik $2,68 (2,67%), sementara WTI AS naik $2,98 (3,11%) menjadi $98,71. Sepanjang minggu, Brent melonjak 11,27% dan WTI naik 8%, menandai level terkuatnya sejak Agustus 2022.

Pergerakan pasar awalnya volatil, sempat turun akibat laporan keliru sebuah tanker India berhasil melewati selat itu, sebelum berbalik tajam ketika sumber maritim mengonfirmasi jalur perairan itu tetap tidak bisa dilalui. Meningkatkan risiko pasokan, laporan intelijen memperlihatkan Iran menempatkan sekitar selusin ranjau laut di selat itu, sebuah eskalasi taktis yang bisa memperpanjang waktu pembukaan kembali.

Upaya meredakan tekanan pasar sebagian besar tidak berhasil. Para analis mengatakan lisensi 30 hari dari Departemen Keuangan AS memungkinkan pembelian 100 juta barel minyak Rusia yang terjebak, lebih bertujuan mengatasi hambatan logistik daripada menambah pasokan baru. Demikian pula, pelepasan cadangan strategis sebesar 400 juta barel Badan Energi Internasional hanya memberikan kelegaan singkat, yang kemudian memudar setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei bersumpah menahan blokade sebagai alat tekanan.

Para trader kini bersiap defensif menghadapi potensi kejutan selama akhir minggu. Pelabuhan minyak Irak masih tidak beroperasi setelah serangan perahu bermuatan bahan peledak, sementara prioritas kebijakan AS berfokus pada pencegahan nuklir dibanding harga bahan bakar, memperkuat ekspektasi gangguan berkepanjangan. Perbedaan struktural mulai muncul, Brent tetap sangat sensitif terhadap gangguan pasokan di Eropa, sementara produksi AS yang kuat terus menopang WTI. Mencerminkan dinamika ini, Goldman Sachs memproyeksikan Brent akan rata-rata berada di atas $100 sepanjang bulan Maret.

 

Written by: Aiman Haikal