Apr 04, 2026 7:16 a.m.

Oil benchmarks diverged as Brent spiked on OPEC collapse, WTI fell on ceasefire rumours

Global crude futures split sharply on Tuesday, with front-month Brent surging to record monthly highs while US WTI pulled back.

Title

Brent NYMEX

Available in

Futures minyak bumi global bergerak sangat berlawanan pada hari Selasa, Brent bulan terdepan melonjak ke rekor tertinggi bulanan sementara WTI AS justru melemah.

Keketatan pasokan fisik langsung mendorong Brent naik $5,57, atau 4,94%, menjadi $118,35 per barel, memperpanjang kenaikan bulanan bersejarah sebesar 64%. Sebaliknya, WTI turun $1,50, atau 1,46%, menjadi $101,38 per barel, namun masih mencatat lonjakan 52% sepanjang Maret.

Reli Brent didukung penurunan produksi OPEC yang bersejarah dan serangan berulang terhadap infrastruktur energi Asia Barat. Produksi OPEC pada Maret turun 7,3 juta barel per hari dibanding bulan lalu menjadi 21,6 juta barel per hari, mencerminkan pemangkasan ekspor yang terpaksa dilakukan sehingga memperketat pasar fisik. Serangan Iran baru-baru ini terhadap kapal tanker Kuwait Petroleum bermuatan penuh di Dubai semakin menegaskan kerentanan kawasan itu.

Sebaliknya, WTI menghadapi tekanan penurunan dari kombinasi faktor lokal dan geopolitik. Laporan mengenai potensi negosiasi Iran, ditambah lonjakan 10,3 juta barel dalam stok minyak bumi komersial AS serta penurunan stok bensin dan distilat, membebani harga acuan itu.

Pelaku pasar tetap waspada, pejabat pertahanan AS memberi sinyal kemungkinan eskalasi intens jika perundingan gagal, sementara ketidakpastian diplomatik membatasi kepercayaan terhadap adanya pemulihan pasokan dalam waktu pendek. 

Written by: Aiman Haikal