Freightos Baltic: Surcharges establish rate floors as Gulf workarounds face mounting strain
Weak seasonal demand is anchoring global freight rates, leaving carrier surcharges to act as a mere price floor amid escalating Middle East bottlenecks.
|
Route |
Cost (USD/FEU) |
Changes |
|
Updated on 31 March 2026 |
||
|
Asia – US West Coast |
$ 2,205 |
á 4% |
|
Asia – US East Coast |
$ 3,224 |
á 3% |
|
Asia – Northern Europe |
$ 2,870 |
- |
|
Asia – Mediterranean |
$ 3,922 |
â8% |
Baca lebih detail di Freightos
Pasar angkutan laut memperlihatkan ketidaksesuaian tajam antara ketidakstabilan di Timur Tengah dan stagnasi harga global. Meskipun akses maritim ke Teluk Persia sporadis kembali dibuka dengan kondisi ketat, infrastruktur transit alternatif mulai kewalahan. Terlepas krisis ini dan meningkatnya harga bahan bakar operator kapal, tarif spot global tetap tertahan musim sepi tradisional. Kampanye surcharge perusahaan pelayaran terutama bertujuan mencegah penurunan tarif, bukan mendorong kenaikan pasar.
Transit di Selat Hormuz masih terbatas, meskipun kerangka tidak teratur mulai terbentuk. Iran mengizinkan pelayaran bagi kapal tertentu, dibuktikan pembebasan dua kapal COSCO yang terjebak sejak akhir Februari. COSCO juga melanjutkan pemesanan rute Teluk. Namun, perairan di sekitarnya tetap bergejolak. Serangan drone pada akhir minggu di pelabuhan Salalah, Oman, sempat menghentikan operasi terminal, menyoroti kerentanan rute alternatif.
Koridor darat sebagai jalur penghindar tidak memadai. Kargo dialihkan melalui pelabuhan alternatif menghadapi penundaan beruntun akibat penumpukan kapal, kekurangan truk, dan hambatan perbatasan. Jalur darat ini hanya berfungsi sebagai solusi darurat, bukan alternatif layak untuk volume normal kawasan Teluk.
Operasional jaringan kontainer global masih terlindungi, meskipun biaya bahan bakar meningkat cepat. Kenaikan harga minyak meningkatkan biaya operator kapal sekitar $40–$50 juta per minggu. Sebagai respons, perusahaan pelayaran menerapkan surcharge bahan bakar darurat sebesar $300–$500 per FEU, bersamaan kenaikan tarif umum (GRI) bulan April.
Penyerapan pasar terhadap harga ini masih lemah. Tarif spot pada rute utama timur–barat tetap ribuan dolar di bawah GRI yang diumumkan. Tarif transpasifik hanya mencatat kenaikan satu digit. Tarif Asia ke Eropa Utara tetap datar, sementara rute Asia ke Mediterania turun 8%. Kapasitas tinggi di tengah periode permintaan rendah, langkah harga operator hanya membentuk batas bawah mencegah penurunan musiman, bukan menciptakan kenaikan struktural.
Ketegangan kebijakan perdagangan kembali meningkat. Menjelang pertemuan bilateral pada bulan Mei, China memulai penyelidikan terhadap praktik perdagangan AS, mencerminkan investigasi Section 301 yang baru-baru ini dilakukan oleh AS. Eskalasi ini menambah volatilitas baru dalam proyeksi perdagangan transpasifik, semakin diperumit kebingungan pasar terkait proses pengembalian tarif berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA).
Written by: Aiman Haikal
