Apr 25, 2026 11:25 p.m.

Crude breached $100 as maritime clashes and six-month mine clearance timeline compound physical deficit

Crude breached $100 as Iranian vessel seizures and a projected six-month Hormuz mine-clearing operation exacerbated physical shortages and drove US fuel exports to record highs.

Title

Brent NYMEX

Available in

Harga future minyak bumi melonjak tajam dalam perdagangan hari Rabu, menembus batas $100 seiring aliran algoritmik merespons mandeknya negosiasi damai dan eskalasi militer parah.

Kontrak Brent internasional pengiriman Juni naik 3,5% dan ditutup pada $101,91 per barel, sementara WTI AS untuk pengiriman Juni meningkat 3,7% menjadi $92,96. Repricing bullish ini efektif menghapus harapan normalisasi waktu pendek setelah terjadinya konfrontasi langsung di koridor utama transportasi maritim.

Kondisi pasokan fisik memburuk drastis ketika kapal cepat Iran menembaki tiga kapal komersial di Selat Hormuz dan berhasil menyita dua di antaranya. Pelanggaran terang-terangan terhadap perpanjangan sepihak gencatan senjata oleh AS ini memperkuat penerapan blokade ganda ketat. Prospek logistik semakin suram setelah intelijen Pentagon melihat pembersihan jalur perairan yang dipenuhi ranjau dapat memakan waktu hingga enam bulan, memperkuat statusnya sebagai titik hambatan pasokan global berkepanjangan.

Kelumpuhan maritim semakin parah ini cepat menguras cadangan alternatif global. Lonjakan permintaan ekspor menggantikan minyak bumi Timur Tengah yang terhambat mendorong arus keluar total minyak dan bahan bakar AS ke rekor tertinggi baru. Perubahan struktural ini memicu penarikan besar-besaran dari stok lokal, Energy Information Administration melaporkan penurunan tak terduga sebesar 4,6 juta barel untuk bensin dan 3,4 juta barel untuk distilat, jauh melampaui kenaikan moderat sebesar 1,9 juta barel pada stok minyak bumi.

Tekanan geopolitik ekstrem terus memaksa perubahan kebijakan cepat. Untuk meredam kekurangan downstream akut, Departemen Keuangan AS sementara memperpanjang pelonggaran sanksi terhadap minyak laut Rusia selama 30 hari, sementara Moskow bersamaan mengalihkan pasokan minyak Kazakhstan menjauh dari Jerman, semakin memperumit pengadaan pasokan dasar di Eropa.


Written by: Aiman Haikal