May 03, 2026 7:12 a.m.

Freightos Baltic: Rates establish elevated floor as overcapacity and easing bunker costs blunt war surcharges

A moderate easing in bunker costs and weak seasonal demand are capping global container rates, preventing carriers from fully enforcing war-related surcharges.

Title

Available in

Route

Cost (USD/FEU)

Changes

Updated on 28 April 2026

Asia – US West Coast

$ 2,675

á 1%

Asia – US East Coast

$ 3,940

á 3%

Asia – Northern Europe

$ 2,668

â 3%

Asia – Mediterranean

$ 3,527

â 3%


Read more on 
Freightos

Tarif angkutan kontainer kini membentuk level dasar yang struktural lebih tinggi menjelang periode pelemahan permintaan pasca Tahun Baru Imlek. Meskipun kenaikan biaya bahan bakar akibat penutupan Selat Hormuz mencegah penurunan harga musiman seperti biasanya, level harga saat ini masih jauh di bawah peristiwa lonjakan historis seperti krisis Laut Merah atau lonjakan permintaan pada masa pandemi.

Tarif rute Asia–Eropa terus melemah, turun 3% minggu lalu di jalur Eropa Utara maupun Mediterania. Kenaikan awal dipicu konflik sebagian besar memudar, tarif ke Eropa Utara berada di $2.668/FEU, hanya 8% di atas level pra-perang, sementara tarif Mediterania di $3.527/FEU turun 3% dibanding level akhir Februari.

Menanggapi lemahnya daya dorong harga, Maersk membatalkan rencana kenaikan tarif umum (GRI), dan para operator pelayaran mempercepat pembatalan jadwal pelayaran (blank sailing) untuk menjaga disiplin pasokan. Namun, dukungan fundamental tetap kuat, kedua rute masih berada lebih dari 15% lebih tinggi tahunan dan lebih dari 50% di atas level terendah Oktober.

Sebaliknya, rute transpasifik terlihat momentum kenaikan berkelanjutan. Tarif ke Pantai Barat AS naik ke $2.675/FEU, mencerminkan kenaikan 45% dibanding level pra-perang dan hampir 90% di atas titik terendah pasca puncak di Oktober. Tarif ke Pantai Timur bertahan di sekitar $3.940/FEU, sekitar 30% lebih tinggi dibanding level pra-perang maupun Oktober. Meski terjadi kenaikan ini, kelebihan kapasitas struktural berkelanjutan, permintaan dasar lesu, serta penurunan moderat harga bahan bakar bunker baru-baru ini menghambat operator merealisasikan sepenuhnya kenaikan GRI atau surcharge yang diumumkan.

Fokus pasar kini bergeser ke musim puncak Juni–Juli, meskipun analis memperingatkan inflasi konsumen akibat konflik dapat signifikan menekan volume pengiriman ke depan. Secara regional, jaringan rute alternatif melalui Teluk menghadapi tekanan operasional berat meskipun volume menurun. Maersk melaporkan adanya hambatan signifikan khususnya untuk kontainer ekspor dari wilayah Teluk, sehingga aliansi Gemini meningkatkan kapasitas ke pelabuhan Jeddah di Arab Saudi untuk mengurangi keterlambatan yang terus terjadi di kawasan itu.

Written by: Farid Muzaffar