May 08, 2026 8:48 p.m.

Crude oil prices tumble as US-Iran peace prospects ease supply fears

The sharp decline followed reports that the United States and Iran were nearing an initial peace agreement that could eventually pave the way for the gradual reopening of the Strait of Hormuz

Title

Available in

Harga minyak bumi global anjlok pada Rabu, 6 Mei 2026, jatuh ke level terendah dalam dua minggu setelah meningkatnya optimisme atas kemungkinan meredanya konflik di Timur Tengah memberikan tekanan besar pada pasar.

Brent ditutup turun sebesar $8,60/ton, atau 7,83%, menjadi $101,27/barel, setelah sempat turun di bawah level $100/barel untuk pertama kalinya sejak 22 April.

WTI turun $7,19/barel, atau 7,03%, ditutup $95,08/barel.

Penurunan tajam itu terjadi setelah muncul laporan Amerika Serikat dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan damai awal yang pada akhirnya bisa membuka jalan bagi pembukaan kembali Selat Hormuz bertahap serta pelonggaran blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Meskipun belum ada kesepakatan resmi dicapai, perkembangan itu memicu ekspektasi lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz, jalur utama pengiriman energi global, dapat kembali beroperasi dalam beberapa bulan datang.

Penutupan selat itu sejak pecahnya perang Iran pada Februari memicu salah satu gangguan pasokan paling parah dalam sejarah modern, memperketat pasokan minyak bumi global tajam dan mendorong harga minyak bumi Brent ke level tertinggi sejak Maret 2022 pada minggu lalu.

Kehilangan pasokan akibat terhentinya lalu lintas maritim melalui jalur perairan itu juga mempercepat penurunan stok minyak bumi dan bahan bakar global, ketika kilang-kilang di seluruh dunia berupaya keras menutupi kekurangan produksi.