Aug 15, 2026 4:47 a.m.

Oil surged 5% as mutual US-Iran demands extinguish Hormuz reopening hopes

Global crude benchmarks surged roughly 5% on Monday, snapping the previous week’s steep sell-off as escalating political demands between Washington and Tehran dashed expectations for a near-term deal to reopen the Strait of Hormuz.

Title

Available in

Patokan minyak bumi global melonjak sekitar 5% pada hari Senin, membalikkan penurunan tajam pekan lalu setelah meningkatnya tuntutan politik antara Washington dan Teheran menggagalkan harapan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Minyak Brent internasional melonjak $4,17, atau 4,99%, ditutup $87,72/barel. Kontrak future US West Texas Intermediate (WTI) naik $3,95, atau 5,05%, dan berakhir pada $82,13/barel.

Kedua kontrak mencatat kenaikan harian terbesar sejak 29 Juli, membalikkan kerugian mingguan sebesar 7% yang sebelumnya dipicu optimisme prematur terhadap negosiasi maritim dimediasi Oman.

Arah harga sangat dipengaruhi sikap diplomatik semakin mengeras. Iran menuntut pencabutan penuh sanksi AS serta kompensasi finansial sebelum memulihkan transit, sementara Presiden AS Donald Trump bersikeras Teheran harus membayar ganti rugi atas korban jiwa. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengonfirmasi tidak ada negosiasi bilateral sedang berlangsung, menyatakan Washington masih melanggar perjanjian sementara yang dicapai pada bulan Juni.

Keterbatasan pasokan semakin diperparah meningkatnya serangan terhadap infrastruktur energi downstream. Kelompok Houthi didukung Iran menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco yang berkapasitas 400.000 barel per hari, sehingga menunda jadwal restart operasionalnya hingga 30 Agustus. Bersamaan, ADNOC milik negara mengonfirmasi 15 kapal UEA mengalami serangan di selat itu sejak konflik meletus, menegaskan tingginya risiko maritim.

Risiko pasokan yang luas juga tetap tinggi setelah serangan militer Ukraina menargetkan aset downstream Rusia, termasuk kilang minyak Taneco dan fasilitas petrokimia ZapSibNeftekhim. Menambah sentimen bullish dari sisi makro, data Departemen Energi AS terlihat stok Strategic Petroleum Reserve (SPR) lokal turun 6,1 juta barel pekan lalu menjadi 298,7 juta barel, turun ke level terendah sejak Januari 1983.

Written by: Aiman Haikal