Oil dropped 2% as massive US crude build and demand downgrades override Hormuz impasse
Global crude benchmarks fell more than 2% on Thursday, snapping a multi-session rally as a massive surge in US crude inventories and downgraded global demand forecasts overshadowed ongoing Middle Eastern supply disruptions.
Brent NYMEX
Acuan minyak bumi global turun lebih dari 2% pada Kamis, memutus reli selama beberapa sesi karena lonjakan besar stok minyak bumi AS dan revisi turun proyeksi permintaan global membayangi gangguan pasokan masih berlangsung di Timur Tengah.
Brent crude internasional ditutup turun $1,91, atau 2,15%, menjadi $87,07 per barel, menghentikan kenaikan selama enam sesi berturut-turut.
West Texas Intermediate (WTI) AS turun $2,02, atau 2,40%, menjadi $81,25 per barel, mengakhiri kenaikan selama lima hari berturut-turut.
Momentum penurunan didorong data US Energy Information Administration yang terlihat lonjakan tajam sebesar 17,4 juta barel pada stok minyak bumi komersial menjadi 424,4 juta barel untuk pekan berakhir pada 7 Agustus, akumulasi mingguan terbesar sejak Januari 2023, dipicu anjloknya ekspor AS.
Sentimen bearish semakin diperkuat pemangkasan proyeksi pertumbuhan permintaan 2026 OPEC menjadi 580.000 barel per hari (bpd), bersamaan dengan proyeksi International Energy Agency mengenai kontraksi konsumsi global sebesar 1,6 juta bpd di tengah melonjaknya harga dan kekurangan bahan baku untuk kilang.
Kerugian di sisi bawah terbatas pada akhir sesi setelah serangan drone Houthi terhadap kilang Saudi Aramco di Jazan, mendorong celah lebar diesel ke level tertinggi sepanjang masa. Ketatnya pasar fisik tetap ditopang kelumpuhan pelayaran di Selat Hormuz, di mana transit kapal harian turun ke level terendah dalam tiga minggu, yakni lima kapal, turun dari baseline sebelum konflik sebesar 125 hingga 140 kapal, di tengah klaim kendali yang saling bertentangan antara Washington dan Teheran.
Kendala pasokan lagi berlanjut di Eropa Timur setelah penghentian produksi paksa selama enam bulan di kilang Orsk Rusia yang mengalami kerusakan akibat serangan drone.
Written by: Aiman Haikal
