Sep 15, 2026 5:47 p.m.

Oil climbed as fresh Saudi strikes and Yanbu storage countdown offset diplomatic optimism

Global crude oil futures settled roughly 1% higher on Monday, paring sharp intraday gains of nearly 5% as mounting supply disruptions across Saudi Arabian export corridors and regional chokepoints clashed with diplomatic signals from Washington.

Title

Available in

Kontrak future minyak bumi global ditutup sekitar 1% lebih tinggi pada Senin, memangkas kenaikan intraday tajam hingga hampir 5% ketika meningkatnya gangguan pasokan di berbagai koridor ekspor Arab Saudi dan titik sempit regional berbenturan dengan sinyal diplomatik dari Washington.

Minyak bumi Brent sebagai acuan internasional naik $1,07, atau 1,0%, menjadi $105,68 per barel. Minyak bumi West Texas Intermediate (WTI) AS naik $1,34, atau 1,3%, menjadi $101,39 per barel.

Kedua kontrak itu mundur dari level tertinggi beberapa bulan pada akhir sesi setelah menyentuh level tertinggi intraday substansial, tertekan komentar diplomatik dan potensi pengetatan kebijakan moneter.

Risiko pasokan upstream meningkat setelah negara-negara Arab Teluk menunda pembicaraan dijadwalkan dengan Teheran menyusul serangan drone dan rudal Houthi terbaru menargetkan pangkalan udara militer di Arab Saudi bagian selatan. Hambatan maritim semakin mengetat ketika pasukan Houthi bergerak melintasi Pulau Perim di mulut Laut Merah, sementara transit kapal komoditas melalui Selat Hormuz turun ke satu digit selama akhir pekan, jauh di bawah rata-rata 10 hari sebesar 14.

Kekhawatiran terhadap pasokan fisik diperparah penghentian masih berlangsung pada East-West Pipeline Arab Saudi, yang menghentikan jalur ekspor alternatif yang mewakili hingga 4% pasokan global. Aliran pipa terhenti, pelabuhan Laut Merah Yanbu mulai menggunakan stok penyimpanan lokal, menurut estimasi industri hanya dapat menopang operasi ekspor selama lima hingga tujuh hari.

Namun, kenaikan lebih kuat tertahan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran sedang mencari negosiasi dengan Washington, disertai klaim Ukraina dan Rusia telah sepakat menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi. Momentum kenaikan semakin dibatasi ekspektasi pasar Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu untuk meredam tekanan inflasi yang didorong energi.

Written by: Aiman Haikal