May 03, 2026 7:13 a.m.

Brent surged past $100 as Hormuz blockage dwarfs UAE OPEC exit

Brent surged back above the $100/barrel threshold on Tuesday, 28 April 2026, as escalating disruptions in the Strait of Hormuz eclipsed the market impact of the United Arab Emirates’s decision to exit OPEC

Title

Available in

Brent melonjak kembali di atas batas $100 per barel pada Selasa, 28 April 2026, seiring meningkatnya gangguan di Selat Hormuz menutupi dampak pasar dari keputusan Uni Emirat Arab untuk keluar dari OPEC dan aliansi OPEC+ lebih luas.

Minyak bumi Brent pengiriman Juni naik sebesar $3,03, atau 2,8%, menjadi $111,26 per barel, menandai kenaikan tujuh hari berturut-turut.

WTI untuk Juni naik $3,56, atau 3,7%, ditutup $99,93 per barel, setelah sempat menembus angka $100 sebelumnya dalam sesi itu pertama kalinya sejak 13 April.

Momentum kenaikan ini terutama didorong meningkatnya kekhawatiran pasokan terkait penutupan efektif Selat Hormuz, jalur vital bagi aliran minyak bumi global. Pelaku pasar tetap fokus pada gangguan yang meningkat terhadap pergerakan tanker, data pelacakan kapal terlihat setidaknya enam tanker minyak Iran terpaksa berbalik arah di tengah blokade yang dipimpin AS, meskipun lalu lintas terbatas masih bisa melintasi kawasan itu.

Namun, harga memangkas sebagian kenaikan intraday setelah konfirmasi Uni Emirat Arab, produsen terbesar keempat dalam OPEC+, akan resmi keluar dari aliansi itu efektif 1 Mei. Para analis mencatat dalam kondisi pasar normal, keputusan semacam itu akan memberikan tekanan bearish signifikan, berpotensi memicu aksi jual besar. Uni Emirat Arab diyakini memiliki kapasitas meningkatkan produksi antara 1,0 juta hingga 1,5 juta barel per hari dalam waktu relatif singkat. Meski demikian, hambatan logistik terjadi di Selat Hormuz signifikan meredam implikasi bearish itu.

Written by: Rochelle Nguyen