Aug 14, 2026 3 a.m.

EIA: US crude stocks rebound on surging imports as distillate inventories plunge

US commercial crude oil inventories rose by 2.5 million barrels in the week ending July 31 to 407.0 million barrels, breaking a multi-week decline as refiners trimmed processing rates and crude imports rebounded sharply.

Title

Available in

Harga minyak bumi komersial AS naik sebesar 2,5 juta barel pada pekan yang berakhir 31 Juli menjadi 407,0 juta barel, mengakhiri tren penurunan selama beberapa pekan setelah kilang mengurangi tingkat pengolahan dan impor minyak bumi melonjak tajam. Kenaikan stok itu membuat stok komersial berada sekitar 6% di bawah rata-rata musiman lima tahun. Aktivitas kilang sedikit melambat dari level tertinggi lalu, volume minyak bumi yang diolah turun 183.000 barel per hari (bpd) menjadi 17,2 juta bpd, sehingga tingkat utilisasi kapasitas operasional turun 0,7 poin persentase menjadi 96,5%.

Dari sisi neraca perdagangan, impor minyak bumi melonjak 515.000 bpd menjadi rata-rata 6,2 juta bpd, jauh melampaui kenaikan ekspor sebesar 218.000 bpd yang mencapai 3,7 juta bpd. Produksi minyak bumi AS sendiri relatif tidak berubah di level 13,8 juta bpd. Sementara itu, stok Strategic Petroleum Reserve (SPR) kembali menyusut sebesar 2,9 juta barel menjadi 304,8 juta barel seiring berlanjutnya pelepasan cadangan oleh pemerintah.

Di sektor produk downstream, neraca pasokan semakin ketat meskipun stok minyak bumi meningkat. Total stok bensin turun 1,6 juta barel menjadi 209,7 juta barel, sekitar 7% di bawah rata-rata lima tahun, karena produksi melambat menjadi 9,6 juta bpd. Stok minyak sulingan (distillate fuel oil) mencatat penurunan tajam sebesar 3,5 juta barel menjadi 107,2 juta barel, sehingga defisit melebar menjadi 12% di bawah rata-rata historis, meskipun produksi kilang tetap stabil di 5,2 juta bpd. Sementara stok propana/propilena bertambah 0,8 juta barel menjadi 103,1 juta barel, atau sekitar 32% di atas rata-rata musiman.

Kenaikan stok minyak bumi memberikan sedikit ruang bagi pasokan lokal dalam waktu pendek, namun penurunan agresif pada stok bensin dan minyak sulingan mencerminkan kondisi fundamental sektor downstream masih ketat. Di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang terus mempersulit jalur pengiriman global, rendahnya cadangan produk jadi membuat pasar fisik tetap sangat rentan terhadap gangguan pasokan lanjutan.


Written by: Aiman Haikal